Peran Lembaga Adat Melayu Jambi dalam Penyelesaian Tindak Pidana Pelecehan Seksual terhadap Anak di Kabupaten Bungo

Isi Artikel Utama

Anita Septaria
Muhammad Ikhwan, S.H., M.H
Assoc. Prof. Dr. Ratih Agustin Wulandari, M.H

Abstrak

Penyelesaian tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak melalui mekanisme adat masih ditemukan di Kabupaten Bungo. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ), kendala yang dihadapi, serta upaya penguatan hubungan antara mekanisme adat dan sistem hukum nasional. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengurus LAMJ, tokoh adat, Ninik Mamak, masyarakat adat, serta data perkara yang ditangani LAMJ selama 2022–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAMJ berperan sebagai fasilitator musyawarah, mediator sosial dan lembaga pemulihan hubungan masyarakat melalui penerapan sanksi adat. Dari 56 perkara yang tercatat, sekitar 50 perkara diselesaikan melalui mekanisme adat berdasarkan data penelitian. Pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa lemahnya koordinasi dengan aparat penegak hukum, belum adanya pedoman tertulis penanganan perkara anak dan kuatnya budaya penyelesaian secara kekeluargaan. Oleh karena itu, diperlukan pedoman operasional, mekanisme rujukan kepada aparat penegak hukum, perlindungan dan pendampingan korban, serta koordinasi antara LAMJ dan lembaga terkait. Mekanisme adat dapat dipertahankan sebagai bentuk pemulihan sosial, tetapi tidak menggantikan proses penegakan hukum pidana.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Septaria, A., Ikhwan, M., & Agustin Wulandari, R. . (2026). Peran Lembaga Adat Melayu Jambi dalam Penyelesaian Tindak Pidana Pelecehan Seksual terhadap Anak di Kabupaten Bungo. Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(3). https://doi.org/10.56370/jhlg.v7i3.4333
Bagian
Articles