GAds

Selamat Hari Lahir Pancasila-01-06-2021

Selamat Hari Lahir Pancasila! Begitulah kata-kata yang berseliweran di dunia maya pada pagi ini di gadget admin. Ada yang berlomba-lomba mengirim post dan story dengan kata-kata semangat. Pun juga para sosialita media tak ingin kalah dengan memasang display picture bernuansa Pancasila atau bahkan ada yang menggunakan desain Twibbon khusus. Memang rasanya syahdu sekali hari ini. Bagaimana tidak, salah satu hari yang diperingati setiap tahun ini juga memberi extra free time alias hari libur bagi instansi publik. Sedangkan bagi pengusaha tampaknya masih ada yang aktif. Barusan saja ketika admin mulai menulis post ini, ada tukang sayur lewat di depan rumah.

Klinik Hukum Rewang Rencang juga sebetulnya merupakan salah satu instansi yang masih aktif di tanggal merah ini. Maklum, ada beberapa urusan klien yang perlu diselesaikan. Tim ada yang masih membuat konten. Inilah salah satu bentuk semangat kami dalam merayakan hari suci ini. Tepat 76 tahun lalu, Soekarno dan beberapa Founding Fathers mengungkapkan isi pikirannya mengenai Pancasila yang berisi lima butir sila yang magis. Hari tersebutlah yang menjadi tonggak dijadikannya tanggal 1 Juni 2021 sebagai hari lahir Pancasila. Berarti Pancasila sudah berusia sekitar 76 tahun nih, Rencang. Dan kamu tau ga apa yang bikin hebat? Pembahasan tentang Pancasila tidak sampai satu bulan! Jauh telak mengalahkan pembahasan undang-undang yang bisa sampai bertahun-tahun.

Kaitan dengan Hukum?

Pernah dengar bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum? Kurang lebih itulah yang dianut dalam hukum positif negara ini, termasuk dalam hukum bisnis sekalipun. Kok bisa? Memang apa hubungannya? Bisa dong, sila-sila Pancasila bisa direfleksikan dalam aspek-aspek hukum bisnis. Misalnya begini:

  1. Sila 1: Sertifikasi Halal sebagai legalitas yang wajib dipenuhi pengusaha jika targetnya muslim. Mengingat Allah S.W.T. mewajibkan ummatnya untuk mengonsumsi yang halal dan baik (Halalan Thayyiban).
  2. Sila 2: Izin Lingkungan dan Izin Lokasi serta SNI merefleksikan bahwa dalam berusaha juga harus memperhatikan aspek lingkungan. Bahkan ada juga CSR bagi masyarakat sekitar.
  3. Sila 3: Izin Prinsip seperti SIUP, NIB, TDP, API dan Kepabeanan dilarang menggunakan ideologi yang bisa memecah belah masyarakat Indonesia. Tidak ada satu jenis usaha yang memiliki tujuan langsung untuk memecah masyarakat, sehingga persatuan Indonesia selalu terjaga.
  4. Sila 4: Adanya badan hukum seperti PT, Yayasan dan Koperasi mewajibkan pengambilan keputusan diadakan melalui forum bersama. Forum itu berisi beberapa orang yang dianggap mewakili perusahaan.
  5. Sila 5: Perjanjian kerja antara Perusahaan dan Tenaga Kerja, diperbolehkan adanya serikat buruh/serikat pekerja memperlihatkan upaya wajib untuk menegakkan keadilan sosial. CSR? Tentu saja.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Mulai WA
    1
    Hubungi Kami
    Halo Rencang, ada yang bisa kami bantu?