GAds

Dugaan Kartel Kremasi

Dugaan Kartel Kremasi

Kartel? Apa itu kartel? Apakah hal tersebut berbahaya?

Yuk cek pembahasannya. Kali ini beredar beberapa dugaan kartel kremasi. Untuk itu jangan lengah walaupun sedang pandemic karena kejahatan masih saja merajalela dan banyak yang mengambil keuntungan dalam kesempitan di COVID-19.

Apa itu Kartel ?

Menurut Richard Posner, definisi kartel ialah suatu kontrak yang terjadi antar para penjual yang saling bersaing untuk bisa menetapkan suatu harga produk yang hendak mereka jual. Secara sempitnya, kartel merupakan persekongkolan beberapa produsen (persaingan tidak sehat).

Tujuan kartel itu sendiri yaitu untuk mengurangi persaingan bisnis, membentuk keselarasan/kesamaan harga, pengaturan jumlah produksi barang, dan pembagian wilayah penjualannya.

Dengan adanya kartel tersebut tentu saja memilik dampak negatif maupun dampak positif. Namun dampaknya lebih bnayak negatifnya.

Dampak Kartel yaitu :

  1. Dampak Negatif
  • Merugikan masyarakat karena harga cenderung dinaikan untuk mendapatkan keuntungan yang banyak
  • Kondisi bisnis tidak kondusif karena tidak adanya persaingan
  • Memicu inflansi
  • Inovasi para pengusaha sedikit karena sudah ada peraturan dan sanksinya
  • Menimbulkan ketidakstabilan harga sehingga berpengaruh pada daya beli konsumen
  • Menimbulkan ketimpangan ekonomi
  1. Dampak Positif
  • Meminimalisir kerugian perusahaan
  • Hubungan kerja perusahaan dan pekerjanya lebih kondusif

Di Indonesia, kegiatan kartel telah dilarang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Disebutkan dalam pasal 11 UU tersebut bahwa :

“Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian, dengan pelaku usaha pesaingnya, yang bermaksud untuk mempengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan/atau jasa, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.”

Walaupun sudah dilarang, namun tetap saja hingga saat ini masih saja ditemukan kegiatan kartel dengan berbagai macamnya.

Jenis Kartel :

Beberapa macam/jenis kartel yang dilakukan oleh beberapa perusahaan diantaranya yaitu :

  1. Kartel Harga (Menentukan Harga Jual Minimum)
  2. Kartel Syarat (Menetapkan Syarat-syarat Tertentu)
  3. Kartel Produksi (Kesepakatan Jumlah Maksimal Barang Di Produksi)
  4. Kartel Rayon (Penetapan Eilayah Penjualan Dan Harganya)

Dugaan Kartel Kremasi

Baru-baru ini sekitar akhir juli telah banyak terdengar kabar yang cukup mencengangkan yaitu terkait adanya Kartel Kremasi di Jakarta. Hal tersebut disebabkan karena adanya kenaikan tarif kremasi jenazah Covid-19 hingga puluhan juta rupiah.

Awal mula berita terkait dugaan Kartel Kremasi ini yaitu berasal dari pesan berantai di salah satu media sosial dengan judul “Diperas Kartel Kremasi” yang harga kremasinya hingga lebih dari 40 juta bahkan hampir 80 juta rupiah.

Oleh sebab itu, polisi menindaklanjuti terkait kasus tersebut. Namun setelah polisi melakukan pemeriksaan ke beberapa saksi, ternyata kasus kenaikan harga jasa kremasi jenazah COVID-19 bukanlah kartel karena hingga kini masih belum ditemukannya adanya suatu kerjasama atau kesepakatan antar penyedia jasa kremasi tersebut. Sehingga anggapan terhadap kenaikan harga jasa kremasi tersebut ialah kenaikan yang dilakukan oleh calo saja (per-calo-an)

Hal yang dapat dikatakan kartel yaitu apabila ada persekongkolan/kerjasama/kesepakatan antar produsen. Namun, kasus di atas belum terbukti dan belum ditemukan adanya kerjasama.

Sekian pembahasan kita terkait Dugaan Kartel Kremasi. Yuk simak pembahasan berikutnya di website rewang rencang.

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Mulai WA
    1
    Hubungi Kami
    Halo Rencang, ada yang bisa kami bantu?