GAds

Kasus Persaingan Usaha Grab

“Saga” antara Grab ft. PT TPI melawan KPPU dimulai pada Oktober 2019. Kasus Grab masuk dalam radar KPPU dengan Nomor Register Perkara 13/KPPU-I/2019. Investigator KPPU, Dewi Sita, dalam sidang pemeriksaan pendahuluan membacakan Laporan Dugaan Pelanggaran (LPD) dengan merinci beberapa pasal yang disangkakan kepada Grab dan PT TPI. Tiga pasal tersebut adalah Pasal 14, Pasal 15 ayat 2 dan Pasal 19 Huruf d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Hal ini menjadi menarik karena Grab bisa dikatakan sebagai Startup pertama yang terkena kasus Persaingan Usaha. Persaingan usaha sendiri selalu menjadi momok yang menakutkan. Terutama bagi pengusaha yang bisnisnya mulai naik level. Lalu bagaimana analisis Kasus Persaingan Usaha Grab ini?

Kasus Posisi

Menurut investigator yang menyajikan duduk perkara kepada Komisioner KPPU, kasus ini bermula dari Grab yang memberikan “keistimewaan” kepada PT TPI. PT TPI sendiri merupakan salah satu mitra pengemudi yang berbentuk badan hukum. Sehingga kedudukan PT TPI dianggap setara dengan pengemudi independen (perseorangan). Di bawah bendera PT TPI, terdapat pengemudi-pengemudi perseorangan. Hal ini karena secara pergerakan bisnis, PT TPI bergerak di bidang transportasi sebagai perusahaan jasa rental mobil. Maka secara tidak langsung, pengemudi di bawah PT TPI tersebut juga merupakan pengemudi Grab.

Walaupun PT TPI dan pengemudi Grab independen dianggap setara, akan tetapi disinyalir Grab melakukan diskriminasi dengan memprioritaskan pengemudi yang berada di bawah PT TPI. Sehingga mitra pengemudi non-PT TPI merasa dirugikan. Inilah yang kemudian dilaporkan oleh mitra pengemudi independen (perseorangan) di Medan yang tergabung di bawah Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) Sumatera Utara. Mereka merasa diperlakukan tidak adil karena banyaknya pengemudi di bawah PT TPI menjadikan PT TPI memiliki “poin” yang lebih dan dapat diprioritaskan untuk mendapatkan penumpang.

Tiga Pasal Perdana Startup dan Persaingan Usaha

Grab dapat dikatakan mencatat sejarah sebagai Startup pertama di Indonesia yang terkena kasus persaingan usaha. Tiga pasal yang disangkakan pun tidak main-main dan beberapa bukan merupakan “pasal mainstream”, meliputi:

  1. Integrasi Vertikal (Pasal 14)
  2. Perjanjian Tertutup (Pasal 15 ayat 2)
  3. Praktek Monopoli (Pasal 19 Huruf d)

Cukup awam ya bagi civitas akademika hukum apalagi bagi masyarakat. Mari kita akan bahas di part kedua.

#TerbaikTercepatTerpercaya

#KlinikHukumTerpercaya

#SemuaAdaJalannya

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Mulai WA
    1
    Hubungi Kami
    Halo Rencang, ada yang bisa kami bantu?