GAds

Permasalahan Nama Domain Indonesia

Di tahun 2018 silam, admin pernah mengikuti event PANDI Meeting X.  Acara itu merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI). Kebetulan, admin mejadi peserta karena dinyatakan lolos dalam lomba esai dan debat hukum Nama Domain Indonesia. Selain esai dan debat, ada juga perlombaan lain seperti Hackaton hingga seminar nasional. Nah sebenarnya permasalahan Nama Domain Indonesia yang akan kita bahas dalam post ini terinspirasi dari permasalahan yang menjadi tema dalam lomba esai dan debat yang admin ikut. Mengapa demikian? Pertama karena lomba ini pada dasarnya merupakan lomba hukum. Kedua, lomba ini diselenggarakan memang oleh lembaga yang berwenang. Sehingga mereka pasti mengetahui permasalahan seputar Hukum Nama Domain Indonesia secara garis besarnya. Berikut penjelasannya:

  1. Perjanjian Nama Domain Indonesia

Sebetulnya yang menjadi tema atau mosi debat adalah Implikasi Hak Sewa dalam Nama Domain Indonesia. Tapi kok sepertinya kurang greget. Karena setelah admin angkat dalam penelitian Tesis, rupanya lebih luas dibandingkan sekadar Hak Sewa. Banyak perjanjian yang memiliki kemiripan pola dengan Nama Domain Indonesia. Sehingga dalam analisis yang akan kita bahas dengan lebih lengkap di post ini, akan dijabarkan beberapa model perjanjian yang kemungkinan dapat “di-legal-kan” dalam perjanjian Nama Domain Indonesia. Uraian lengkapnya bisa kamu baca di post ini.

  1. Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND) Indonesia

Setelah kita mencoba membahas mengenai teori hukum perjanjian yang diimplementasikan dalam Hukum Nama Domain Indonesia, ada juga permasalahan lain yang diangkat oleh PANDI yakni berkaitan dengan hukum formilnya. Hukum formil artinya penerapan dari hukum materiil. Dalam arti awam: Pengadilan. Bahasan ini memang mencoba mengkaji mengenai hukum formil yang bagaimana yang diterapkan dalam institusi bernama PPND PANDI. Nah admin mau membahas dengan membandingkan terhadap Alternatif Penyelesaian Sengketa di Indonesia. Lebih lengkapnya bisa kamu temukan di post ini ya, Rencang.

  1. Merek dan Nama Domain

Salah satu dosen penguji yang menguji tesis admin, Dr. Reka Dewantara, S.H., M.H. tertarik dengan bahasan Merek dan Nama Domain. Karena menurut beliau, Nama Domain memiliki asosiasi dengan Merek. Biasanya Merek (tentunya yang sudah terdaftar) biasanya juga digunakan sebagai Domain website. Termasuk Nama Domain Indonesia. (contoh website predecessor kami: rewangrencang.co.id) Nah tetapi mengapa banyak Nama Domain yang rupanya berbeda kepemilikan dengan suatu Merek? Seperti website BMW, Mustika Ratu, Ebay ataupun Sony yang pernah menjadi konflik beberapa waktu silam. Nah kalau kamu kepo, silahkan baca di link ini.

  1. Internasionalisasi Nama Domain Indonesia

Pernah dengar Nama Domain .tv? Jika kamu mengira .tv artinya “Televisi”, kita sekubu. 😀 Nama Domain .tv ternyata merupakan Nama Domain Kode Negara (Country Code Top Level Domain / CC TLD) dari negara bernama Tuvalu. Atau pernah dengar beberapa waktu silam ada banyak blog yang menggunakan Nama Domain berekstensi .co.cc? Sebetulnya Domain itu juga merupakan CC TLD dari Cocos Island. Jangan lupa dengan leluhur mikroblogging di Indonesia yaitu Kaskus dengan Domain lawasnya yaitu Kaskus.us. Kata “.us” sendiri bukan bermakna “us” dalam English yang artinya “kami”. Melainkan CC TLD asal Amerika Serikat (United States of America). Nah jika kamu mau mengangkat masalah ini, yuk baca selengkapnya di tautan ini.

Nah itu tadi beberapa permasalahan Nama Domain Indonesia. Kamu tertarik sama yang mana, Rencang? 🙂

#TerbaikTercepatTerpercaya

#KlinikHukumTerpercaya

#SemuaAdaJalannya

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Mulai WA
    1
    Hubungi Kami
    Halo Rencang, ada yang bisa kami bantu?