GAds

Logo Halal Tanpa SertifikasiHalal?

Kita semua tau bahwa setiap pengusaha yang menjajakan produk Halal harus memiliki sertifikasi. Jika tidak, sanksi administratif hingga sanksi pidana menunggu untuk dijatuhkan. Hal ini bisa kamu lihat di Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dari namanya saja kita tau bahwa misi dari undang-undang ini adalah membuat produk yang beredar di Indonesia “Terjamin” Kehalalannya. Dan disisi lain, kita juga tau bahwa ada larangan mencantumkan logo Halal yang tidak sesuai dengan spesifikasi, yang ditujukan bagi para pengusaha yang telah mengurus Halal. Lantas yang jarang diungkit padahal sering dipertanyakan oleh pengusaha: Bagaimana jika mencantumkan Logo Halal tanpa SertifikasiHalal di produk?

Double Penalty

Sudah jatuh tertimpa musibah pula. Itulah yang akan terjadi jika kamu bermain-main dengan logo Halal. Produkmu yang sebenarnya tidak memiliki Sertifikasi Halal, akan tetapi dengan beraninya menaruh logo Halal. Menurut admin, bukan hanya kamu akan terkena masalah pertama yakni tersanksi karena tidak mengurus Sertifikasi Halal. Akan tetapi juga jika logo Halal yang dicantumkan tidak sesuai dengan ketentuan, kamu akan mendapatkan kombo masalah! Sanksinya tidak main-main. Okelah jika hanya berbentuk teguran peringatan. Tapi sanksi paling klimaks adalah penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp. 2 Miliar! Hiii, pilih mana. Mengurus Sertifikasi Halal dari sekarang dengan biaya ringan, atau menunggu T-E-R-T-J-I-D-O-E-K dan membayar denda sebesar Rp. 2 Miliar bonus penjara? Selain itu jika kamu mencantumkan logo Halal yang tidak sesuai dengan ketentuan, kamu akan terkena Penalty berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999. Dendanya tak kalah mengerikan, maksimal Rp. 50 Juta! Bayangkan jika dua paket sanksi itu di “Bundling”?

Atau Minimal disebut Penipu?

Nah analisis diatas merupakan analisis pribadi menurut admin. Itu adalah bentuk Penalty maksimal yang bisa dijatuhkan. Namun sebetulnya, Undang-Undang Jaminan Halal tidak memberi pengaturan eksplisit. Bagaimana jika kamu lolos dari jeratan Undang-Undang Jaminan Halal? Yup, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menantimu kawan. 🙂 Pasal 378 KUHP merupakan konstruksi yang paling mungkin buat kamu yang mencantumkan logo Halal tanpa SertifikasiHalal di produkmu. Karena kamu telah dengan tega menipu konsumen kamu, dengan secara melawan hukum. Ancamannya juga tidak ringan, penjara maksimal empat tahun! Yah mungkin memang tanpa ada denda yang dijatuhkan, tapi “Time is Money” kan, Rencang? Berapa uang yang akan kamu dapatkan jika mendekam di penjara selama empat tahun? Nothing. 🙂

 

Jadi, sangat tidak ada salahnya apabila kamu mengurus Sertifikasi Halal sejak saat ini. Sejak membaca post ini. Bagaimana cara mengurus Sertifikasi Halal? Klik tombol WhatsApp di pojok kiri bawah gawaimu!

#TerbaikTercepatTerpercaya

#KlinikHukumTerpercaya

#SemuaAdaJalannya

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Mulai WA
    1
    Hubungi Kami
    Halo Rencang, ada yang bisa kami bantu?