GAds

Sebulan tentang Cipta-Kerja Omnibus-Law

Di tahun 2020 kemarin muncul polemik karena pemerintah dengan kompak ngotot untuk meluncurkan Undang-Undang Cipta Kerja. Permasalahan yang digarisbawahi bukan hanya dari segi formalitas pembentukan perundang-undangan yang cukup nyeleneh karena menyalahi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Akan tetapi juga berkaitan dengan substansinya. Nah di kesempatan kali ini, pembahasan sebulan tentang Cipta-Kerja Omnibus-Law akan kita lakukan. Karena sempat menjadi viral dan topik pembahasan “panas” di tengah-tengah pandemi tahun lalu. Banyak kaum khususnya mahasiswa yang menyelenggarakan aksi hingga turun ke jalan dan yang paling parah hingga terjadi pembakaran halte bus. Yah walaupun tenar tahun lalu dan surut di tahun ini, kita akan tetap membahasnya karena Undang-Undang Ribuan Lembar ini memang akan sangat menarik dan mengandung isu hukum utamanya bagi para akademisi.

Formalitas? Apakah Formal? Substansi? Apakah Substansial?

Dibilang formal juga bisa karena produk hukum yang satu ini memang memenuhi formalitas peraturan perundang-undangan yang diakui negara. Artinya, presiden bersama DPR-lah yang mengesahkannya. Akan tetapi segi formalitas yang dipermasalahkan adalah berkaitan dengan teknik penyusunannya yang “unik”. Bentuknya seperti satu undang-undang yang merevisi dan mencabut norma-norma yang ada sebelumnya. Kalau istilah awamnya, “palu gada”. Padahal, teknik seperti ini tidak dikenal dalam “panduan pembentukan peraturan” Indonesia. Tapi menurut Prof Ni’matul Huda justru, teknik seperti ini seharusnya justru tidak diperbolehkan untuk digunakan. Karena seperti membuat suatu undang-undang yang gemuk dan sangat kaya akan isi norma. Akan tetapi yah ketika pemerintah telah memutuskan suatu kebijakan, kita sebagai rakyat diluar senayan tak ada yang bisa dilakukan. 🙂

Nah tanpa kami beri konklusi kamu bisa menyimpulkan sendiri maksudnya paragraf diatas. Begitu juga jika ditinjau dari segi substansi peraturan perundang-undangan. Bakal lebih banyak memancing polemik lagi jika digali lebih dalam. Dan yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini bukan hanya norma induknya saja. Akan tetapi juga dampak normatif beserta peraturan-peraturan turunannya. Karena jika kita bahas di post ini, akan terasa sangaaaaat panjang. Stay tune ya, Rencang. Terutama buat kamu para pencari isu hukum. 🙂 Pembahasan Sebulan tentang Cipta-Kerja Omnibus-Law akan dimulai sebentar lagi. Perhatian Perhatian! 😀

#TerbaikTercepatTerpercaya

#KlinikHukumTerpercaya

#SemuaAdaJalannya

    Leave Your Comment

    Your email address will not be published.*

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Mulai WA
    1
    Hubungi Kami
    Halo Rencang, ada yang bisa kami bantu?